JSON Variables

You might like

$results={3}

Latest Posts

{getContent} $results={2} $label={Technology} $type={mini}

No Thumbnail Image

No Thumbnail Image

Main Tags

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Popular

Langsung ke konten utama

Mengenal Definisi Good&Poor Design User Interface


Good Design

Meskipun ada banyak interpretasi tentang desain yang baik dan yang buruk, menciptakan kesan pertama yang positif adalah kunci untuk menarik dan mempertahankan pelanggan. Desain yang profesional dan cerdas dapat membedakan bisnis, membangun fondasi untuk hubungan pelanggan yang langgeng, dan menciptakan rasa konsistensi merek.

Berikut Ciri-ciri Good Deisgn:

1. Clarity (Kejelasan)

UI UX yang baik memberikan kejelasan dalam elemen visual dan navigasi, sehingga pengguna langsung memahami fungsi dari setiap bagian desain. 

2. Consistency (Konsistensi)

Konsistensi dalam desain menciptakan pengalaman yang nyaman bagi pengguna. Elemen seperti warna, font, dan pola interaksi harus seragam di seluruh aplikasi. .

3. Navigation (Navigasi)

Selanjutnya, navigasi yang baik bersifat sederhana, mudah diakses, dan logis. Pengguna pun bisa menemukan informasi yang mereka cari dalam waktu singkat. 

4. Readability (Keterbacaan)

Desain UI yang baik juga harus menggunakan font yang jelas, ukuran yang cukup, dan warna yang kontras untuk memudahkan membaca. 

5. Feedback (Umpan Balik)

Sistem yang baik selalu memberikan umpan balik instan, seperti notifikasi atau perubahan visual, agar pengguna tahu apakah tindakan mereka berhasil.

6. Load Time (Waktu Muat)

Kecepatan memuat aplikasi atau halaman menjadi salah satu ciri UX yang baik. Waktu muat yang terlalu lama dalam desain yang buruk, membuat pengguna merasa frustrasi dan cenderung meninggalkan aplikasi.

7. Error Handling (Penanganan Kesalahan)

Ciri UI/UX yang baik dan benar​ selanjutnya adalah memberikan pesan kesalahan yang jelas dan bermanfaat, seperti memberi tahu apa yang salah dan cara memperbaikinya. Sebaliknya, pesan kesalahan dalam desain buruk biasanya tidak informatif dan hanya menambah kebingungan.

8. Visual Hierarchy (Hierarki Visual)

Desain yang baik menonjolkan elemen-elemen penting, dengan tata letak yang jelas dan proporsi yang sesuai, sehingga memandu perhatian pengguna. Sebaliknya, desain yang buruk sering kali tidak memiliki hierarki visual, membuat pengguna kesulitan menemukan informasi utama.

9. Mobile Responsiveness (Responsivitas di Perangkat Mobile)

Desain yang baik harus responsif di berbagai ukuran layar, memastikan pengalaman pengguna konsisten di semua perangkat. 

10. Aesthetics (Estetika)

Desain yang estetis dan menarik, meningkatkan kenyamanan pengguna. Desain buruk sering kali terlihat berantakan atau terlalu sederhana, sehingga tidak memberikan kesan yang positif. 

Membangun UI UX yang baik membutuhkan kejelasan, konsistensi, dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna. Dengan desain yang responsif dan menarik, pengalaman pengguna menjadi lebih memuaskan, meningkatkan loyalitas serta kesuksesan produk.

Bad Design :

Pengaruh desain UI sedemikian rupa sehingga dapat menjadi pembeda antara aplikasi yang sangat sukses dan aplikasi yang gagal memberi dampak atau lebih buruk lagi, meninggalkan kesan buruk yang tak terlupakan bagi pengguna! 

Saat ingin membuat aplikasi yang mudah dimengerti, semua detail kecil sangatlah penting. Itulah sebabnya saya ingin berbagi beberapa kesalahan desain UI yang paling umum dan cara memperbaikinya, atau menghindarinya sama sekali. Berikut merupakan ciri-ciri bad design User Interface:

1. Ketidakkonsistenan yang tidak berguna dalam elemen UI Anda

Penggunaan terlalu banyak gaya dan elemen yang berbeda. Ini akan memberikan sinyal yang membingungkan kepada pengguna Anda!  Seperti: Gaya font yang terlalu kecil untuk judul, paragraf, tautan, dll.

2. Tidak Responsif

Aplikasi memiliki waktu respons yang lambat atau bahkan tidak memberikan reaksi sama sekali saat pengguna melakukan suatu tindakan, seperti menekan tombol, menggulir layar, atau mengisi formulir.

3. Tata Letak Berantakan

Tata letak seperti tombol, ikon, teks atau gambar yang tidak terorganisir dengan baik dapat membuat antarmuka aplikasi terlihat kacau dan membingungkan.

4. Kontras rendah

Kontras antara elemen antarmuka rendah, semua elemen akan menyatu dan menghasilkan antarmuka yang membosankan dan sulit dibaca karena semuanya tampak sama. Kontras yang rendah sama dengan kegunaan yang rendah.

5. Terlalu Banyak Iklan atau Pop-up

Saat pengguna sedang menggulir konten, kehadiran iklan yang muncul tiba-tiba atau pop-up yang berlebihan dapat sangat mengganggu.

Kesimpulan Bad deisgn: 

Sasaran akhir bagi desainer UI adalah menghasilkan antarmuka yang intuitif dan estetis. Hal ini harus menghasilkan kepercayaan, yang mengarah pada lebih banyak konversi. Ingatlah semua kesalahan ini sebagai daftar periksa hal-hal yang harus dihindari saat mendesain, dan segera Anda akan menyadari bahwa Anda telah menguasai prinsip-prinsip desain ini dan tidak lagi membutuhkan daftar tersebut. Saya sangat berharap panduan ini bermanfaat bagi Anda dan membantu Anda menciptakan desain yang lebih baik. Selamat mendesain!


🔗 Sumber Referensi:





















Halo, saya Joel! Saya adalah seseorang yang Enthusiasm terhadap perkembangan Technogloy.

Komentar

© 2020 Nimfly Blogs

Design by - Joel Blogger template by Open Themes.